Menanam Mangrove bersama Komunitas Lokal: Upaya Menjaga Kehidupan Pesisir Lhoksukon
Komunitas lokal Lhoksukon aktif menanam mangrove sebagai bagian dari ekoturisme tahun 2025–2026. Kegiatan ini menjaga ekosistem pesisir sekaligus menarik wisatawan peduli lingkungan.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Lhoksukon menjadi destinasi ekoturisme unggulan di Aceh Utara tahun 2025–2026.
- Penanaman mangrove melibatkan lebih dari 500 peserta dari komunitas lokal dan wisatawan.
- Program ini telah menanam lebih dari 10.000 bibit mangrove di pesisir Lhoksukon.
- Wisatawan dapat ikut serta dengan donasi minimal Rp 50.000 per bibit.
- Kegiatan ini didukung oleh pemerintah daerah dan lembaga lingkungan internasional.
Kegiatan Penanaman Mangrove yang Menghidupkan Pesisir
Di pesisir Lhoksukon, kegiatan penanaman mangrove telah menjadi tren ekoturisme yang berkembang pesat sejak tahun 2025. Komunitas lokal, dipimpin oleh Kelompok Nelayan Lhoksukon Bersatu, menginisiasi program rutin setiap bulan untuk melestarikan ekosistem pesisir. Wisatawan diajak terlibat langsung dalam menanam bibit mangrove, sambil belajar tentang pentingnya hutan bakau bagi perlindungan pantai dan kehidupan laut. Pada tahun 2026, lebih dari 10.000 bibit telah ditanam, menciptakan area hijau baru seluas 5 hektar.
Dampak Positif bagi Ekosistem dan Masyarakat
Penanaman mangrove tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Lhoksukon. Nelayan melaporkan peningkatan jumlah ikan di sekitar area yang ditanami mangrove. Selain itu, kegiatan ini menarik wisatawan lokal dan internasional, yang berkontribusi pada perekonomian daerah. Homestay dan warung makan sekitar pantai mengalami peningkatan pengunjung hingga 30% sejak program ini digalakkan. Pemerintah daerah juga memfasilitasi pelatihan pemandu wisata untuk mendukung kegiatan ini.
Cara Bergabung dalam Kegiatan Penanaman Mangrove
Bagi wisatawan yang ingin ikut serta, kegiatan penanaman mangrove terbuka untuk umum setiap Sabtu pagi. Peserta cukup mendaftar melalui website resmi Dinas Pariwisata Lhoksukon atau langsung datang ke lokasi kegiatan di Pantai Ujong Blang. Donasi minimal Rp 50.000 per bibit akan digunakan untuk pembelian bibit dan perawatan tanaman. Setiap peserta juga mendapatkan sertifikat partisipasi sebagai kenang-kenangan. Tidak perlu khawatir tentang perlengkapan, karena panitia menyediakan alat tanam dan bimbingan dari ahli lingkungan.
Orang Juga Bertanya
Apa manfaat penanaman mangrove bagi Lhoksukon?
Penanaman mangrove melindungi pesisir dari abrasi, meningkatkan populasi ikan, dan menarik wisatawan, sehingga mendukung perekonomian lokal.
Berapa biaya untuk ikut kegiatan penanaman mangrove?
Donasi minimal Rp 50.000 per bibit, yang digunakan untuk pembelian bibit dan perawatan tanaman.
Kapan kegiatan penanaman mangrove dilaksanakan?
Kegiatan ini diadakan setiap Sabtu pagi di Pantai Ujong Blang, Lhoksukon.
Apakah kegiatan ini cocok untuk keluarga?
Ya, kegiatan ini ramah untuk semua usia dan menjadi cara edukatif untuk mengenalkan pentingnya pelestarian lingkungan kepada anak-anak.